3 Cara Memaksimalkan Lesna Kit Dslr Untuk Hasil Foto Terbaik

Lesna Kit Dslr

Terkadang jika kita sangat perhatian dengan kualitas foto dan juga berbagai style fotografi yang ada, kerapkali kamera smartphone tidaklah cukup, meski kini kamera di ponsel kita sudah membawa sensor yang besar.

Oleh karena itu, meski tergeser smartphone, pasar DSLR pun tetap ada meski menurun dari tahun-tahun atau dekade lalu.

Salah satu hal paling berbeda antara fotografi lewat ponsel yang sudah umum, dengan fotografi di DSLR atau mirrorless, adalah kemampuan gonta-ganti lensanya. Jika Anda ingin mendapat style fotografi tertentu, Anda bisa mengganti lensanya. Permasalahannya, ganti lensa adalah sesuatu yang mahal.

Namun berita baiknya adalah kita tidak perlu memprioritaskan ganti lensa untuk dapat foto yang baik. Anda bisa menggunakan lensa bawaan atau istilah teknisnya adalah lensa kit yang kita dapatkan dari kotak pembelian.

Lensa kit ini biasanya punya focal length 18-55mm. Ini sudah mencakup dasar-dasar yang penting untuk para pemula. Biasanya, lensa kit sudah memberi kemampuan zoom sekaligus kemampuan wide angle.

Nah, berikut beberapa tips untuk memotret dengan baik meski hanya menggunakan lensa kit. Melansir Tech Radar, berikut ulasannya!

1. Memotret Lanskap

Genre fotografi yang paling umum adalah fotografi lanskap, dan untuk mengambil jenis foto ini, lensa kit Anda sudah sangat mumpuni. Caranya, tentu setelah hunting tempat terbaik dengan pemandangan menakjubkan pilihan Anda, yakni menyetel lensa Anda ke setting paling wide. Dengan ini Anda akan mendapatkan field of view yang lebar.

Setelah itu, Anda tinggal menyetel kamera Anda ke mode A atau Av di Canon, yang membuat kamera Anda akan mencari shutter speed terbaik, sementara Anda menyetel bukaan dengan depth of field terbaik untuk lanskap, yakni f11. Hal ini merupakan rahasia umum di mana bukaan f11 adalah ‘sweet spot’ di mana lensa mampu memproduksi kualitas dan ketajaman terbaik.

Terakhir, jangan lupa setel ISO di setting terendah, biasanya ISO100. Biasanya, jika Anda menggunakan perpaduan f11 dan ISO100, shutter speed akan turun. Jadi, jangan lupa menggunakan tripod agar kamera lebih stabil.

2. Bermain Long Exposure

Tak cuma terlihat menarik, tak bisa dimungkiri bermain dengan long exposure akan membuat sebuah gambar jadi dramatis. Hal ini karena kita bisa memotret suasana malam namun kecerahannya luas yang didapat dari cahaya alami. Kabar baiknya, lensa kit mungkin adalah pilihan terbaik untuk memotret gambar semacam ini.

Dasar untuk memotret seperti ini adalah berada di kondisi redup cahaya, dan melambatkan shutter speed. Karena shutter speed lambar sangat peka dengan gerakan, perlu tripod atau sekedar meletakkan kamera di tempat datar seperti meja, ganjalan buku, atau kursi.

Untuk mulai memotret, Anda bisa melakukannya siang hari. Jika objek Anda tak bergerak dan sekitarnya bergerak, objek yang bergerak tadi akan jadi blur. Namun Anda harus menutup rapat bukaan ke f22, mengingat cahaya matahari masih terlalu banyak untuk kecepatan shutter diperlambat. Cara lain adalah menggunakan filter Nutral Density atau ND.

Teknik ini lebih mantap di malam hari, di mana cahaya redup dari bintang, lampu, dan kendaraan sudah cukup membuat hasil foto lebih dramatis. Resepnya pun biasanya berbeda-beda; untuk cityscape, dengan guratan lampu kendaraan, biasanya butuh 15 hingga 20 detik, sementara untuk memotret bintang di pegunungan, biasanya butuh satu menit atau lebih (masuk ke mode bulb dan butuh remote untuk hasil lebih baik).

3. Potret Gerakan Cepat

Salah satu foto dramatis yang bisa kita dapat dengan baik hanya dengan menggunakan lensa kit adalah dengan teknik panning.

Biasanya, Anda hanya mengikuti larinya pergerakan cepat dari sesuatu di sekitar Anda, mulai dari peliharaan hingga kendaraan, dan memotretnya di tengah bergerak.

Resepnya hanya dengan shutter speed yang cepat, dan ISO yang menengah hingga tinggi untuk mengimbangi masuknya sedikit cahaya karena cepatnya ISO.

Jika berhasil, Anda akan menghasilkan foto di mana objek Anda berada pada titik fokus, sementara latar belakangnya blur. Makin shutter speed makin cepat, seperti 1/2000, hasil akan makin baik. Namun tentu cahaya tinggi diperlukan, jadi harus outdoor dan siang hari.

Hasil dari teknik ini memang butuh banyak latihan, namun biasanya karena stabilisasi optikal sudah tersemat dalam lensa kit, hasil baik akan dicapai secara cepat.